Selasa, 20 Februari 2018

Equipment dan utensil #5

Equipment dan utensil

1. Rolling pin




Fungsi : 
Rolling pin merupakan alat yang digunakan untuk menipiskan adonan pastry and bakery

Material :
Wooden, stainless, plastic.

Cara membersihkan :
Cukup bersihkan dengan menggunakan larutan air sabun lalu bilas dengan menggunakan air bersih.

2. Marble table 



Fungsi :
Alat yang berupa meja dan dapat digunakan untuk mengolah aneka jenis cokelat.

Material :
Keramik

Cara membersihkan :
Dapat dibersihkan dengan cara membilasnya dengan menggunakan air hangat.


3. Meat hammer

Fungsi :
Meat hammer adalah alat yang digunakan untuk menipihkan atau menumbuk daging.

Material :
Stainless steel

Cara membersihkan :
Cukup bersihkan dengan menguunakan larutan air sabun lalu bilas dengan air bersih hingga noda yang masih menepel dapat hilang dengan sempurna.


4. Dough devider 



Fungsi :
Mesin yang digunakan untuk memnbbagi adonan secara otomatis.

Material :
Stainless steel

Cara membersihkan :
Dapat dibersihkan dengan cara membilasnya dengan menggunakan air hangat atau dapat juga dibersihkan dengan menggunakan larutan air sabun.



5. Silicon brush


Fungsi :
Merupakan alat yang diguanakan untuk mengoleskan butter, minyak, atau glasir pada makanan.


Material :
Silicon

Cara membersihkan :
Cukup bersihkan dengan menggunakan larutan air sabun, lalu bilas dengan menggunakan air.



6. Meat mincer

Fungsi :
Merupakan alat yang digunakan untuk mencuci dan mengeringkan sisa-sisa air yang masih terdapat pada sayuran yang akan dibuat menjadi salad.

Material :
Plastik

Cara membersihkan :
Cukup bersihkan dengan menggunakan larutan air sabun yang dibilaskan dengan mengguanakan air bersih.

Daily report #6 (english version)

Table D'Hote "Menu Rotation I.1"

      In practice this time, Tuesday, February 20, 2018 we entered the kitchen at 07:45. Before entering the kitchen as usual senior incharge attendance. After the next absence, we collected in cold kitchen in one line position. In that position our incharge teacher Mr. syahrial gave a material explanation about the menu that we will spend to the restaurant. The explanation starts from the appatizer menu, soup, main course until dessert. The explanation given by him is very useful and detailed. Apart from the explanation of the menu he also provides reviews and evaluation of the menu we previously prepared. From the evaluation there are many things that must be improved especially for the beef stew and yellow butter cake menu.
     After giving the materials and evaluation by the lecturer incharge then we divided into 2 groups. The one in which group 1 gets the responsibility for doing today, and remains in the kitchen. While group 2 gets a part to create a research blog outside the kitchen. Group 1 doing food to restaurant at 12:00 to closing at 14:30. Likewise with group 2 who do the research work from 10:00 until at 11:30. Associated because I belong to group 2 then my job is to make research assignment.
      At 11:30 we are instructed by lecturers to prepare raw materials that will be used for Table D'Hote menu "rotation menu I.2" tomorrow. In the prepare this time take over is group 2 because group 1 is still busy supplying food to the restaurant. In this prepare we are divided into 3 groups consisting of groups working on appatizers, maincourse, until dessert. On this occasion we as a group of 10 given the mandate to handle "Macedoine of vegetable mayonyse. However the documentation and prescriptions of macedoine of vegetable mayonaise is listed below.

Prepare Macedoine of vegetable mayonaise



Quantity:      Ingredients:
1 kg                 cooked carrot (1/2 cm dice)
1 kg             cooked white turnip (1/2 cm dice)
500 gr             cooked green beeans
500 ml            mayonnaise
500 gr.            green peas
To taste          salt
To taste          white papper
25 gr               lettuce (forunderliners)
25 gr               tomato wedges (for garnish)

      When we are finished we are given a break for lunch from 15:20 to 14:20. After the next rest continued general cleaning activities in the kitchen area. In general cleaning this time I'm placed in cold kitchen area and butcher together with some of my friends. Gc process lasted long enough because we had to mop back the main kitchen floor to really dry. And finally gc today was completed even though there are little obstacles. Gc finished at 16:50, but we did not leave the kitchen immediately but we had to wait a while until the floor and all the equipment in the kitchen to dry perfectly. And finally we left the kitchen at 17:30.

Daily report #6 (Indonesian Version)

Table D'Hote “Menu Rotasi I.1"

      Pada praktik kali ini, Selasa 20 Februari 2018 kami memasuki kitchen pada pukul 07:45. Sebelum masuk ke kitchen seperti biasanya senior incharge melakukan absensi. Setelah absensi selesai selanjutnya kami dikumpulkan di dalam cold kitchen dalam posisi one line. Dalam posisi tersebut dosen incharge kami Pak syahrial memberikan penjelasan materi tentang menu yang akan kami keluarkan ke restoran. Penjelasan dimulai dari menu appatizer, soup, main course hungga dessert. Penjelasan yang diberikan oleh beliau sangat bermanfaat dan terperinci. Selain dari penjelasan menu tersebut beliau juga memberikan ulasan dan evaluasi terhadap menu yang sebelumnya kami prepare. Dari evaluasi tersebut terdapat banyak hal yang harus diperbaiki terutama untuk menu beef stew dan yellow butter cake. 
      Setelah pemberian materi dan evaluasi oleh dosen incharge selanjutnya kami dibagi menjadi 2 group. Yang di mana group 1 mendapat tanggung jawab untuk doing hari ini, dan tetap berada di dalam kitchen .Sedangkan kelompok 2 mendapat bagian untuk membuat blog penelitian di luar kitchen. Kelompok 1 doing menyuplay makanan ke restoran pada pukul 12:00 hingga closing pada pukul 14:30. Begitupun dengan group 2 yang mengerjakan tugas penelitian dari pukul 10:00 hingga pada pukul 11:30. Berhubungan karena saya termasuk ke dalam group 2 maka tugas saya adalah membuat tugas penelitian. 
      Pada pukul 11:30 kami deperintahkan oleh dosen untuk prepare raw materials yang akan digunakan untuk menu Table D'Hote “menu rotasi I.2" besok. Dalam prepare kali ini yang mengambil alih adalah group 2 karena group 1 masih sibuk menyuplai makanan ke restoran. Dalam prepare kali ini kami di bagi menjadi 3 kelompok. Yang terdiri dari kelompok yang mengerjakan appatizer,maincourse, hingga dessert. Pada kesempatan kali ini kami selaku kelompok 10 diberikan amanah untuk menghandle “Macedoine of vegetable mayonyse . Adapapun dokumentasi dan resep dari macedoine of vegetable mayonaise tertera dibawah ini.

Prepare Macedoine of vegetable mayonaise



Quantity : Ingredients :
1 kg cooked carrot (1/2 cm dice)
1 kg    cooked white turnip (1/2 cm dice)
500 gr cooked green beeans
500 ml         mayonnaise
500 gr green peas
To taste         salt
To taste         white papper
25 gr lettuce (forunderliners)
25 gr tomato wedges (for garnish)

      Setelah selesai prepare kami diberikan waktu istirahat untuk makan siang Pada pukul 15:20 hingga pukul 14:20. Setelah istirahat selanjutnya dilanjutkan kegiatan general cleaning di area kitchen. Pada general cleaning kali ini saaya di tempatkan di area cold kitchen dan butcher bersama dengan sebagian teman saya. Proses gc berlangsung cukup lama dikarenakan kami harus mengepel kembali lantai main kitchen hingga benar benar kering. Dan akhirnya gc hari ini pun selesai walaupun terdapat sedikit kendala. Gc selesai pada pukul 16:50, namun kami tidak langsung meninggalkan kitchen melainkan kami harus menunggu sebentar hingga lantai dan semua peralatan yang ada di kitchen dapat kering dengan sempurna. Dan akhirnya kami meninggalkan kitchen pada pukul 17:30.

Senin, 19 Februari 2018

Equipment dan utensil #4

Equipment Dan Utensil

1. Food tong


Fungsi :
Merupakan alat yang digunakan untuk membalik ataupun mengangkat makanan yang yang panas.

Material :
Stainless steel atau silicon

Cara membersihkan :
Dapat dicuci dengan menggunakan larutan air dan sabun yang dibasuhkan dengan menggunakan spoons ataupun lap hingga noda yang menempel dapat hilang dengan sempurna.

2. Rubber spatula


Fungsi :
Rubber spatula  (pengeruk adonan lunak) untuk mengumpulkan sisa-sisa adonan lunak. Sifatnya yang lentur membuatnya mudah mengeruk adonan hingga ke dasar mangkuk.

Material :
Rubber

Cara membersihkan :
Dapat dibersihkan dengan menggunakan larutan air sabun dan dibilas dengan menggunakan air bersih.

3. Proofing kabinet


Fungsi :
Merupakan alat yang digunakan untuk mengstirahatkan ataupun mengembangkan adonan.

Material :
Stainless stteel

Cara membersihkan :
Untuk membersihkan bagian luar dari proofing kabinet cukup basuhkan lap basah hingga noda-noda yang menempel hilang dari permukaannya.

4. Baking sheets


Fungsi :
Alat yang digunkan sebagai alat untuk memanggang bahan makanan yang berwujud datar contohnya seperti kue kering dll.

Material :
Stainless steel

Cara membersihkan :
Dapat dibesihkan dengna menggunakan larutan air sabun dan dibilas dengan menggunakan air bersih.

5. Lid

Fungsi :
Digunakan untuk menangkap udara di dalam panci agar makanan akan lebih mudah atau lebih lekas matang.

Material :
Glass or stainlees

Cara membersihkan :
Basuhkan dengan menggunakan larytan air sabun lalu bilas dengan air besih.


6. Pinset


Fungsi :
Di dalam kitchen alat ini digunkan untuk mencabut duri/tulang yang masih tersisa pada daging fillet ikan.

Material :
Stainlees steel

Cara memberihkan :
Cukup bersihkan dengan menggunaan larutan air sabun lalu bilas dengan menggunakan air bersih.


Daily Report #5 ( English version)

"Prepare For Table D'Hote "Menu Rotation I.1"
      In practice this time, Monday 19 February 2018 we entered the kitchen at 08:00. But before that first we collected in front of the kitchen in the position of one line and then we absent one by one in that position. Once finished we enter the kitchen and then headed to the cold kitchen and lined up in one line position. Before giving the material that took place in the cold kitchen first we pray together so that all activities on this day will run smoothly. In giving this material delivered by our incharge teacher Mr.Syahrial. The material given is Table D'Hote material, the material given by Mr. syahrial is very complete. Start from the most basic things from Table D'Hote to the smallest. So the material that is given is very clear and detailed, although taking considerable time. But the amount of time spent was not worth the useful science we got.
      After the giving of the materials by the incharge lecturer is finished. Furthermore everything that will be done is left to senior incharge. By the time the senior incharge took over, they explained a bit to us about the menu we were going to make on this day. As for the type of menu we will make is Table D'Hote "rotation menu I.1"
Table D'Hote
Hawaian Chicken Salad
***
Shrimp Bisqui
***
Beef Stew
Bake Of Potato
Zucchini Saute Provencale
***
Butter Cake
French Bread

From the menu listed above, we as a group of 10 were given the confidence to make a french bread. In making french bread we use the Recipe listed below:
French bread


Quantity:  Ingrediants:
875 Gr      Water
45 Gr        Yeast
1500 Gr    Hard Flour
30 Gr        Salt
      When finished making french bread and other menun. We are also given the opportunity to rest at 15:30 to 16:30. At rest I used time for lunch with one of my friends. After lunch we wanted to get back to campus. But what I did not want to happen was that my stomach was so sore that I could not afford to go back to college. And finally I came back earlier than the other students. I'm back at 16:00.

Daily Report #5 "Indonesian version"

Prepare For Table D’Hote “ Menu Rotasi I.1 ”

      Pada  praktik kali ini, Senin 19 Februari 2018 kami memasuki kitchen pada pukul 08:00. Namun sebelum itu terlebih dahulu kami dikumpulkan di depan kitchen dalam posisi one line dan kemudian kami diabsen satu persatu dalam posisi tersebut. Setelah selesai kamipun memasuki kitchen dan kemudian menuju ke cold kitchen dan bernbaris dalam posisi one line. Sebelum pemberian materi yang berlangsung di cold kitchen terleih dahulu kami berdoa bersama agar segala kegiatan pada hari ini akan berjalan dengan lancar. Pada pemberian materi kali ini dibawakan oleh dosen incharge kami Pak Syahrial. Materi yang diberikan adalah materi Table D’Hote, materi yang diberikan oleh Pak syahrial ini sangat lengkap. Mulai dari hal yang paling mendasar dari Table D’Hote hingga ke hal yang paling kecil. Sehingga materi yang diberkan sangat jelas dan terpeinci, walaupun mengambil waktu yang cukup banyak. Namun banyaknya waktu yang digunakan tidak sebanding dengan ilmu bermanfaat yang kami dapatkan.
Setelah pemberian materi oleh dosen incharge selesai.  Selanjutnya segala hal yang akan dilakukan diserahkan kepada senior incharge. Pada saat senior incharge mengambil alih kami dijelaskan sedikit tentang menu yang akan kami buat pada hari ini. Adapun jenis menu yang akan kami buat adalah Table D’Hote “Menu rotasi I.1”
Table D’Hote

Chicken Salad Hawaian
***
Shrimp Bisqui
***
Beef Stew
Bake Of Potato
Zucchini Saute Provencale

***
Butter Cake
French Bread

      Dari  menu yang tertera di atas, kami sebagai kelompok 10 diberikan kepercayaan untuk membuat french bread. Pada pembuatan french bread kami menggunakan Recipe yang tertera di bawah ini : 

French bread



Quantity : Ingrediants :
875 Gr Water
45 Gr Yeast
1500            Gr Hard Flour
30 Gr Salt

Setelah selesai membuat french bread dan menun yang lain. Kamipun diberikan kesempatan untuk istirahat pada pukul 15:30 hhingga pukul 16:30. Saat istirahat saya memanfaatkan waktu untuk makan siang dengan salah satu teman saya. Setelah selesai makan siang kami ingin masuk ke kampus kembali. Namun hal yang tidak saya inginkan terjadi dimana lambung saya terasa sangat perih sehingga saya tidak sanggup untuk kembali ke kampus. Dan akhirnya saya kembali lebih awal dari mahasiswa yang lainnya. Saya kembali pada pukul 16:00.

Kamis, 08 Februari 2018

Ingredient #1

Ingredient

Name of ingredient :
      Black paper


History of ingredient :
      Lada atau merica atau pepper (Piper nigrum L.) adalah rempah-rempah berwujud bijian yang dihasilkan oleh tumbuhan dengan nama sama. Lada hitam dan lada putih berasal dari jenis tanaman yang sama, nama ilmiahnyaadalah Piper nigrum, atau dalam istilah orang awam, disebut lada hitam. Di negara asalnya, yaitu negara-negara tropis seperti India dan negara di Asia Tenggara, mereka dibudidayakan untuk diambil buahnya, dan lebih dikenal sebagai merica. Buah ini kemudian dikeringkan sebelum diolah, menjadi butiran, atau bubuk. Lada jadi salah satu bumbu yang berharga
Lada sangat penting dalam komponen masakan dunia dan dikenal luas sebagai komoditi perdagangan penting di Dunia Lama. Pada masa lampau harganya sangat tinggi sehingga menjadi salah satu pemicu penjelajahan orang Eropa ke Asia Timur untuk menguasai perdagangannya dan, dengan demikian, mengawali sejarah kolonisasi Afrika, Asia, dan Amerika.
      Saat ini, produsen komersial utama lada adalah India dan Indonesia. Di Indonesia, lada terutama dihasilkan di Lampung (untuk lada hitamnya dikenal dengan Lampong Black Pepper/Lada Hitam Lampung) dan Pulau Bangka. Lada disebut sahang dalam bahasa Melayu Lokal seperti bahasa Banjar, Melayu Belitung, Melayu Sambas, dan lain-lain.
lada hitam sebetulnya berasal dari tumbuhan yang sama. Cara mengolahnya saja yang membedakan lada hitam dengan lada putih. Lada hitam dihasilkan jika buah lada dipetik sebelum matang kemudian dikeringkan yang biasanya mengunakan terik matahari sampai warnanya hitam. Sesudah itu buah lada direndam dalam air sampai kulitnya mudah terkelupas. Sedangkan lada putih hanya dipetik sampai buah lada matang dipohon. Sesudah itu dicuci menggunakan air mengalir.
      Yang paling dasar yaitu dengan cara pencucian buah biji merica mentah yang direbus dalam air panas untuk membersihkannya. Proses ini sekaligus mempersiapkan buah biji untuk melalui proses browning, yang akan mengubahnya dari masih berwarna hijau sampai jadi berwarna coklat tua atau hitam. Setelah proses perubahan warna selesaii, drupes dikeringkan selama satu hari di bawah terik sinar matahari atau bisa dengan mesin pengering. Dalam proses ini, buah yang berbiji itu akan jadi keriput, berwarna lebih gelap dan menyusut menjadi apa yang kita sebut sebagai merica hitam. Merica tersebut dapat ditumbuk secara kasar, atau dibiarkan berbentuk butiranya, yang pasti hasil akhirnya adalah lada hitam.
     Lada hitam mengalahkan lada putih dalam hal kekayaan dalam rasa, lebih terasa sebagai rempah dan aromanya lebih intens. Harganya juga relatif lebih murah daripada lada putih.
      Lada hitam memiliki kandungan nutrisi yang mengejutkan, di antaranya antioksidan, vitamin A, vitamin C, dan senyawa seperti likopen, karoten, zea-xanthin, dan cryptoxanthin yang membantu menghilangkan radikal bebas yang merusak, sehingga mencegah terjadinya kanker, masalah hati, dan penyakit kardiovaskuler.
Saat Anda mengonsumsi rempah yang satu ini, tentu keringat akan bercucuran dari tubuh Anda. Secara tidak langsung, proses ini akan membantu Anda untuk mengeluarkan racun lewat keringat dan buang air kecil atau diuretik property. Lada hitam secara luas diakui sebagai karminatif, suatu zat yang membantu dalam stimulasi selera untuk meningkatkan sekresi asam klorida untuk pencernaan ditingkatkan, yang mengarah pada pencegahan diare, sembelit, nyeri kolik, dan gas usus, demikian yang dilansir Magforwoman.
Seperti yang disebutkan di atas, lada hitam mengandung piperin yang berguna sebagai anti-depresi. Hal ini akan meningkatkan produksi endomorphins, zat kimia yang ada dalam otak yang membebaskan kita dari rasa sakit apapun dan meremajakan kesehatan mental kita. Manfaat lada hitam juga mencakup stimulasi sistem saraf pusat dan peningkatan fungsi kognitif.
      Lada hitam ( Piper nigrum ) merangsang selera sedemikian rupa bahwa peringatan dikirim ke perut untuk meningkatkan sekresi asam klorida, dengan demikian meningkatkan pencernaan. Asam klorida diperlukan untuk pencernaan protein dan komponen makanan lainnya di perut. Ketika produksi tubuh dari asam klorida tidak cukup, makanan dapat duduk dalam perut untuk jangka waktu tertentu, yang menyebabkan mulas atau gangguan pencernaan, atau mungkin masuk ke dalam usus, di mana dapat digunakan sebagai sumber makanan bagi bakteri usus ramah , yang kegiatannya menghasilkan gas, iritasi, dan / atau diare atau sembelit.
      Lada hitam telah lama dikenal sebagai carminitive (zat yang membantu mencegah pembentukan gas usus), mungkin karena efek menguntungkan merangsang produksi asam klorida. Selain itu, lada hitam memiliki yg mengeluarkan keringat (mempromosikan berkeringat), dan diuretik (mempromosikan buang air kecil).
Lada hitam telah menunjukkan antioksidan yang mengesankan dan efek antibakteri – cara lain di mana bumbu indah ini mempromosikan kesehatan saluran pencernaan. Dan tidak hanya lada hitam membantu Anda mendapatkan manfaat paling banyak dari makanan Anda, lapisan luar dari lada merangsang pemecahan sel-sel lemak, membuat Anda langsing saat memberikan Anda energi untuk membakar.

  Sumber : http://infoherbalis.com/2016/09/mengenal-apa-itu-lada-hitam-atau-black-pepper.html 

Nutrient content : 

Mangan                : 12%
Vitamin K            : 8,6%
Besi                      : 6,7%
Serat                     : 4,4%
Tembaga              : 2,5%
Kalori                   : 0%

Fungtion of ingredient : 

      Lada memiliki kandungan seperti, vitamin k, vitamin B1, B2, B3, vitamin E, serat, kalium, seng, kalsium, mangan, magnesium, dan seng. Disamping itu lada memiliki banyak manfaat untuk kesehatan yaitu, sebagai obat penyakit malaria, asma, diare, rematik, melancarkan pencernaan, menghilangkan racun dari dalam tubuh, dan mengurangi varises serta mencegah kanker. Hal tersebut dikarenakan lada memiliki rasa yang pedas sehingga dapat mengurangi rasa sakit karena mengandung zat kasifin.
Lada yang diolah menjadi bumbu masak biasanya sudah terlebih dahulu dihaluskan sehingga cukup dengan menambahkan beberapa sendok saja ke dalam masakan Anda untuk menambah rasa lebih nikmat dan gurih. Sedangkan untuk mengolah lada hitam cukup dengan menggunakan alat penghancur lada hitam sehingga tekstur lada yang diberikan kedalam masakan Anda lebih kasar.

Sumber : http://www.kerjanya.net/faq/18020-lada.html

Characteristic ingredient :

      Lada hitam (Piper Nigrum Linn) adalah tumbuhan hijau yang tumbuh bertahun-tahun yang menghasilkan buah seperti beri dan memiliki aroma yang pedas / tajam. Awalnya diketahui sebagai “pamienta” atau “paminta” yang merupakan golongan dari family Piperaceae. Lada hitam mempunyai beberapa ciri – ciri seperti, daun yang tebal dengan warna hijau dan bentuk seperti telur. Tanaman lada hitam juga memiliki bunga yang bewarna putih dan panjang yang menghasilkan buah – buah pendek yang menggelantung dengan panjang 4 sampai 12 cm. Buah yang dihasilkan seperti beri bewarna hijau ketika mentah dan berubah menjadi merah ketika matang. Lada hitam tersedia dalam warna hitam dan putih. Lada hitam dibuat dengan  proses men-drying atau menjemur buah yang matang maupun yang  belum matang dibawah sinar matahari. Sedangkan untuk lada putih digunakan proses perendaman dan pengelupasan kulit luarnya sebelumdipanaskan. Piperin (1-piperoylpiperidine), adalah senyawa aktif utama yang ada dalam lada hitam. Piperine dan isomernya merupakan faktor utama yang memberikan rasa pedas pada lada hitam.

Sumber : https://pbftp13.wordpress.com/2014/05/21/black-pepper-piper-nigrum-linn/

Food terminology #1

Food Terminologi

1. Baguette (bəˈɡɛt) 
      Baguette adalah roti yang bentuknya lain dari roti lainnya yaitu panjang dan ukurannya yang besar, dan sangat renyah. Diameter standar Baguette kira-kira 5 atau 6 cm, tetapi panjangnya dapat mencapai 1 meter. Roti ini memiliki berat 250 gram. Tekstur luarnya sangat keras. Di mana dalamnya putih dan lembut. Dan ketika ditekan, ia akan kembali ke bentuk semulanya. Yang mana ini merupakan tes untuk mengetahui roti yang masih baik. 
      Roti ini menjadi simbol budaya di Perancis. Selain anggur wine dan keju.
Roti ini memiliki beberapa variasi seperti: -Roti Setengah Panjang, Digunakan dengan keju, selai dan bahkan untuk dicelupkan ke kopi atau cokelat. -Roti Panjang Tidak selalu 250 gram. Seperti, roti Parisian 400 gram, dan jenis flute memiliki berat 125 gram.
      Roti ini dibuat hanya dari tepung, air, ragi dan garam. Tanpa adanya telur, susu dan minyak.

Sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Baguette

2. Muffin
      Muffin adalah salah satu ragam kuliner yang cukup populer. Kita sering menemuinya di kedai cake and bakery. Nah, tapi tahukan Anda dari mana kue ini berasal ?
      Muffin merupakan sejenis makanan tradisional berbentuk gulungan, bundar dan tipis. Bahan dasarnya terbuat dari adonan roti yang diberi ragi. Paling enak, kue manis ini dinikmati saat musim dingin dan disajikan bersama minuman hangat seperti teh atau kopi.
      Cara makannya pun unik, harus disobek dulu dan diberi olesan mentega kemudian dipanggang lagi. Agar citarasanya lebih bervariasi, permukaannya diolesi dengan selai buah buatan sendiri. Bahan utama dari muffin yaitu tepung akan tetapi dapat diganti dengan tepung jagung.
      Muffin berasal dari kata ‘moufflet’ yang merupakan bahasa Perancis kuno. Moufflet berarti lembut, sesuai dengan dengan tekstur muffin yang lebih lunak dari pada roti pada umumnya. Kata ‘muffin’ diperkenalkan pada awal abad ke-18. Sedangkan resepnya mulai dikenal luas pada pertengahan abad tersebut. Sebenarnya, ada kebingungan membedakan antara muffin dan crumpets (kue tanpa pemanis). Muffin digunakan untuk mengacu pada produk turunan roti sedangkan crumpets mengarah pada pancake. Di Inggris nama muffin belum diketahui asal usulnya namun ada kemungkinan berasal dari kata ‘low german muffe’ yang berarti kue. Kata tersebut dipublikasikan di Inggris pada tahun 1703.
      Pada abad ke-19, 5 mulai populer dan menjadi hidangan saat minum teh. Di Inggris, tradisi ini sering disebut sebagai afternoon tea. Muffin disajikan sebagai kudapan utama pendamping teh hangat. Itu sebabnya kue ini pun dikenal dengan nama ‘tea cakes’. Makanan yang dibuat dengan menggunakan adonan ragi itu sangat nikmat jika disantap saat musim dingin. Saat era Victoria, muffin dijajakan oleh penjual kue jalanan. Muffin diletakkan ke dalam baki makanan yang berada di atas kepala mereka. Para penjual ini juga membunyikan bel tangan untuk memanggil calon pelanggan.
      Saat berlibur ke Inggris Anda bisa merasakan lezatnya muffin di beberapa toko yang khusus menjual kue jenis ini. Kedai yang bisa Anda datangi adalah Ben’s Cookies, Brownie Box dan The Muffin Man Tea Shop. Ben’s Cookies berada di 12 Kensington Arcade, Kensington High Street, London. Sedangkan Brownie Box terletak di 247 Old Brompton Road, Earls Court, London. Sementara itu, The Muffin Man Tea Shop ada di 12 Wrights Lane London. Agar Anda lebih mudah menemukan tempat tersebut dibawah ini peta lokasinya
Sumber : http://eropa.panduanwisata.id/inggris/asal-usul-muffin-khas-inggris/

3. Puff pastry
      Berawal dari salah satu budaya Mesir, dimana mereka mengolah tepung dan pasta air untuk membungkus daging yang dimasak agar dapat menyerap cairan. Pastry lalu berkembang di Timur Tengah dan dibawa ke Eropa oleh umat Islam di abad ke-7. Pada abad pertengahan, mulai dikenal puding dan pie. Baru setelah memasuki abad ke-17, mulai berkembang puff pastry dan flaky pastry. Puff Pastry awalnya ditemukan oleh pastrycook magang asal Perancis bernama Claudius Gele pada tahun 1645. Pada akhir masa magangnya, Claudius ingin membuatkan seloyang roti lezat buatannya untuk ayahnya yang sedang sakit. Dengan mempergunakan panduan diet sang ayah yang terdiri dari air, tepung dan mentega, Claudius mengolah adonan, melipat dan memasukkan mentega ke dalam adonan. Ia lakukan berulang-ulang hingga mencapai sepuluh kali lipatan, hingga akhirnya ia masukkan adonan tersebut ke dalam loyang. Ternyata, pengolahan adonan tersebut menghasilkan bentuk yang di luar dugaan. Jika diartikan menurut bahasa, pastry memiliki arti kue kering yang berlapis-lapis dan berongga-rongga. Namun, dalam dunia perhotelan pastry digunakan sebagai nama salah satu bagian yang memproduksi makanan penutup (dessert) yang masuk ke dalam katagori food & beverage. Pengertian pastry menurut Pengolahan kue dan roti dalam Sudewi dan Patriasih (2005) : “Pastry ialah adonan yang berlapis-lapis dengan mentega atau lemak agar memperoleh hasil berlapisan atau berlembaran”. Gisslen (1994 : 151) berpendapat bahwa : “adonan lembaran ialah adonan pastry yang digiling, dilipat dan dilapisi dengan mentega atau lemak agar memperoleh hasil berlapis, mengeripik karena sewaktu dalam pembakaran telah terjadi peragian dan pengembangan pada adonan tersebut oleh adanya panas, uap air dan mentega yang menguap”. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan produk pastry sama dengan bahan dalam pembuatan roti, tetapi lemak yang digunakan ialah butter corsvet/lemak pelapis (roll-in fat) merupakan margarin khusus untuk menghasilkan adonan yang biasa dilipat, seperti puff pastry dan danish pastry. Pastry adalah salah satu produk bakery bertekstur kering dan berlapis-lapis yang terbuat dari adonan yang dilapisi dengan lemak padat sehingga didapatkan banyak lapisan adonan dan lemak (Stevens, 1995). Lapisan tersebut dibuat oleh pelapisan adonan pastry yang berulang-ulang (tepung, lemak, air, dan garam) dan lemak atau lemak padat lainnya untuk membentuk sebuah adonan berlapis-lapis. Ketika adonan tersebut dipanggang dalam oven panas, kelembapan dalam lapisan adonan menghasilkan uap dan udara terperangkap bertambah dan akan berpisah menjadi ratusan lapisan dan lapisan tipis pastry yang terangkat saat menguap ketika uap menyebar dalam oven, uap tersebut tertinggal dan memisahkan tiap-tiap lapis. Seperti halnya pada pembuatan bread, pembuatan pastry juga sangat memerlukan peran dari pembentukan gluten. Gluten berperan penting untuk memberikan kekuatan pada lapisan. Menurut Hawkins (2004), seperti pada produk bakery lainnya, tepung yang digunakan dalam pembuatan pastrymembantu memberikan struktur pada pastry. Kandungan protein pada tepung terigu sebaiknya ± 10%. Sebagian besar pembuat pastry menggunakan tepung dengan kualitas yang sama dengan tepung yang digunakan untuk membuat roti (dengan kandungan protein berkisar 13%). Namun, puff pastry tidak memerlukan proses peragian seperti pada pembuatan bread. Pastry pada umumnya lebih disukai jika teksturnya lembut tetapi tidak mudah patah ketika dihidangkan, berlapis-lapis, sedikit kering, rata-rata berwarna cokelat muda, dan memiliki aroma yang menyenangkan. Tujuan utama dari penggilingan dan pelipatan adalah membentuk struktur lapisan adonan dan lemak yang menyatu. Jika memungkinkan untuk menghitung lapisan sebelum pastry dipanggang maka akan ditemukan ada ratusan lapisan. Pembentukan ini diketahui sebagai aerasi dengan pelipatan (Fance, 1964). Pembuatan puff pastry tidak mudah dan memerlukan ketrampilan dan ketelatenan. Namun, hasil yang diperoleh dari satu adonan dasar dapat diciptakan berbagai variasi puff pastry. Ciri khas adonan ini adalah memasukkan lemak pada adonan dasar melalui proses pelipatan. Karakteristik umum puff pastry ialah mengembang, memiliki kulit yang renyah, crumb yang lembut, aroma yang baik, dan biasanya kurang manis dibanding produk bakery yang lain. 

Sumber : 
https://www.google.co.id/amp/s/fitrianiaprilia.wordpress.com/2013/08/06/puff-pastry/amp/#ampshare=https://fitrianiaprili

4. Crissant (Roti sabit)
      Croissant  adalah sejenis kue kering (pasar) yang berasal dari prancis, dinamakan demikian karena bentuknya menyerupai bulan sabit. Menurut legenda, roti ini berasal dari Eropa untuk merayakan kemenangan pasukan Franks atas pasukan Umayyad dalam peperangan di Tours pada tahun 732, dengan bentuk seperti bulan sabit, sedangkan dalam legenda yang lain atau menurut sumber-sumber yang lain roti ini diciptakan pertamakali di Buda atau Vienna pada tahun 1683 untuk merayakan kemenangan pasukan Kristen atas Ottoman pada peperangan memperebutkan kota ini, sebagai gambaran atas bendera Ottoman; Jangka waktu pembuatannya menurut tata cara mula-mulanya dapat memakan waktu beberapa hari; maka dari itu, perlu tingkat kesabaran yang tinggi. Dewasa ini, roti sabit dalam jumlah besar biasanya dibuat dengan mesin.
      Di Perancis, roti sabit umumnya dijual tanpa isi dan dimakan tanpa tambahan menega. Namun di luar negara asalnya, terdapat pula roti sabit yang berisikan cimelat, daging, dan sebagainya.

Sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Roti_bulan_sabit

5. Pastri choux
      Pastri coux adalah adonan yang dibuat dengan menggunakan mentega, air, tepung terigu dan telur. Selain itu, gula dan garam dapt ditambahkan ke dalam adonan tersebut. Nama adonan ini berasal dari bahasa prancis yaitu Pâte à choux yang secara literal berarti "pasta kubis" karena bentuk akhirnya yang menyerupai kubis. Sementara itu, adonan ini sering disebut sebagai Choux paste karena teksturnya yang tidak padat seperti adonan lain tetapi bertekstur seperti pasta. Adonan ini dapat dicetak menjadi berbagai macam bentuk serta merupakan adonan dasar dari pembuatan kue sus, profiterole, croquembouche, eclair, cruller, beignet, kue St. Honoré, dan gougère. Ketika dipanggang, telur membuat adonan menjadi kopong sehingga dapat diisi dengan krim berbagai rasa. 

Sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pastri_choux

6. Eclair
      Kue berbentuk panjang sekitar 10 cm ini rasanya lembut manis. Belum lagi diberi beragam topping yang warna-warni dan menggoda. Variasinya sangat banyak. Bukan hanya di Prancis, eclairjuga digemari di Indonesia.
     Menurut ensiklopedia sejarah kuliner Larousse Gastronomique, eclair merupakan salah satu produk evolusi makanan. Menurut catatan pastry chef ternama Antonin Careme (1784-1833) sudah membuat eclair. Nama 'eclair' dalam bahasa Prancis berarti cahaya. Ada yang bilang karena kue ini selalu dimakan sekejap karena rasanya enak. Namun, bisa jadi karena lapisan permukaan eclairmengilat karena icing atau cokelat yang dioleskan.
     Adonan dasar pastry ini adalah choice atau pâte à choux. Terbuat dari mentega dan air yang dimasak hingga mentega leleh. Kemudian ditambahkan tepung terigu dan diaduk hingga matang. Kemudian ditambahkan telur dan diaduk hingga licin. Selanjutnya adonan disemprotkan di atas loyang dengan panjang sekitar 10 cm dan dipanggang hingga menggembang.

      Panas yang tinggi membuat terbentuk rongga di bagian tengah kue. Bagian tengah inilah yang kemudian diisi dengancrème pâtissière atau pastry cream atau custard. Adonan ini terbuat dari susu, gula, telur, vanila dan tepung maizena. Sebagai sentuhan akhir bagian atasnya dicelupkan ke dalam cokelat leleh atau fondant icing.

     Seiring dengan perkembangan bahan-bahan untuk pastry, maka eclair bukan hanya sebagai pastry Prancis klasik semata. Selain rasa klasik vanila, strawberry dan cokelat, ada beragam varian lain. Untuk isiannya pastry creamditambah dengan kacang-kacangan, buah segar cincang atau buah kering. Selain pastry cream juga dipakai whipped cream.
      Untuk varian rasa berbeda dipakai juga yuzu, jeruk, biskuit yang dimemarkan halus, dan lain-lain. Beberapa bakery juga menciptakan eclair ras gurih dengan paduan keju krim dengan smoked beefcincang atau fillet smoked salmon. Eclair juga didandani lebih memikat. 
      Fondant icing diberi warna-warna pastel yang cantik menarik dengan hiasan gold leaf dan siver leaf, edible flower, cokelat hias, biskuit, beragam jenis kacang yang dicincang dan tentu saja warna-warni buah segar. Bahkan ada pastry chef yang menghias eclair dengan gambar lukisan dari gula icing bentuk bunga, wajah Monalisa dan kupu-kupu.
      Agar eclair dapat terbentuk dengan ukuran yang sama dan bagus, kini banyak bakerymemakai mesin khusus pencetak eclair. Tentunya kecuali tingkat kematangan yang sama bentuk yang seragam dan mulus memudahkan untuk dihias dan dikemas.

Sumber : https://m.detik.com/food/info-kuliner/d-2574465/eclair-pastry-abad-19-dari-prancis-yang-kini-populer-lagi

7. Omelette
      Omlette pertama kali di temukan oleh Bangsa Romawi yang memasak telur dadar dengan madu dan menyebutnya ovemele, yang secara harfiah diterjemahkan menjadi "telur dan madu". Beberapa orang mengatakan ini adalah asal kata omelet alias telur dadar. Namun sejarah lain mengatakan bahwa Kata omelette sendiri berasal dari bahasa Perancis, yaitu dari kata “oeuf” yang bermakna telur, dan “laite” yang artinya susu. 
     Kepopuleran omelet sendiri dimulai pada abad ke 18 sejak seorang Jenderal Perang bernama Napoleon Bonaparte melintasi Perancis bagian selatan. Saat itu sang Jenderal memutuskan untuk beristirahat dan memesan makanan khas daerah tersebut yang dikenal dengan nama omelet/telur setelah menikmati omelet ternyata sang jenderal sangat menyukai omelet telur buatan juru masak daerah tersebut. Dan keesokan harinya sang Jenderal meminta kepada seluruh penduduk di desa tersebut untuk mengumpulkan seluruh telur untuk dijadikan omelet sebagai makanan bagi para prajuritnya. Sejak itulah awal mula omelet telur mulai dikenal oleh masyarakat luas sampai saat ini. Omelet telur hampir ada di seluruh dunia. Saking populernya, omelette terbesar pernah dibuat di Jepang pada tahun 1994, menggunakan 160.000 butir telur, dan menghasilkan omelette sebesar 128.5 meter. Ini menunjukkan omelette benar – benar disukai di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. 

Sumber : https://m.facebook.com/notes/omg-omlet-gading/sejarah-omlet-omelette-omlette/1141855245872601/

8. Mochi
      Merupakan salah satu makanan kecil asal Jepang yang  populer di semua negara. Makanan khas Jepang ini mempunyai rasa yang unik, lembut dan lama kelamaan akan menjadi lengket.
     Mochi terbuat dari beras ketan yang nantinya akan ditumbuk hingga lembut dan lengket, kemudian dibentuk jadi bulat. Mochi  biasanya dibuat dan dimakan pada saat perayaan tradisional Mochitsuki  atau bisa disebut dengan perayaan tahu baru Jepang. Kue ini juga dijual dan dapat diperoleh dari toko-toko kue sepanjang tahun, jadi kue ini tidak hanya tersedia pada saat perayaan tahun baru Jepang.
     Sebelumnya, kue Mochi ini juga mempunyai sejarah mengenai namanya dan alasan menjadi tradisi di Jepang tiap tahun baru. Nama ‘Mochi’ ini berasal dari berbagai kata, salah satunya adalah kata kerja ‘Motsu’ yang berarti ‘untuk menahan atau memiliki’, yang bermaksud bahwa Mochi berupa pemberian dari para dewa. Ada juga ‘Mochizuki’ yang berarti ‘bulan purnama’ dan ‘Muchimi’ yang berarti ‘lengket’.
     Sejarah mengenai tradisi Mochi  ini berawal dari pada zaman dahulu, Mochi sering dimakan oleh para petani Jepang pada saat musim dingin untuk meningkatkan stamina mereka. Selain para petani, Mochi juga sering dimakan oleh para samurai.  Kue ini memberikan semangat kepada samurai karena sangat mudah disiapkan dan mudah dibawa kemana-mana. Suara tumbukan pada saat pembuatan Mochi juga dikatakan para samurai hendak maju ke medan perang.
     Namun karena para samurai dan hal-hal lainnya dari zaman dahulu yang sekarang sudah tidak ada, maka diambil waktu yang tepat untuk memakan Mochi. Dan sejak itu ditentukanlah pada tanggal 1 Januari.

Sumber : http://scdc.binus.ac.id/nc/2017/04/20/asal-mula-mochi/

9. Sushi
     Konon kebiasaan mengawetkan ikan dengan menggunakan beras dan cuka berasal dari daerah pegunungan di asia tenggara. Istilah sushi berasal dari bentuk tata bahasa kuno yang tidak lagi dipergunakan dalam konteks lain; secara harfiah, "sushi" berarti "itu (berasa) masam",[2] suatu gambaran mengenai proses fermentasi dalam sejarah akar katanya. Dasar ilmiah di balik proses fermentasi ikan yang dikemas di dalam nasi ialah bahwa cuka yang dihasilkan dari fermentasi nasi  asam amino dari  daging ikan. Hasilnya ialah salah satu dari lima rasa dasar, yang disebut umami dalam  bahasa Jepang.

Sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sushi

10. Saus Béchamel      
     Sauce bechamel adalah salah satu dari lima saus utama dalam kuliner klasik prancis. Saus béchamel versi modern dibuat dari susu dan roux (campuran dari mentega dan tepung terigu) serta dapat ditambahkan bumbu-bumbu seperti garam, lada dan biji pala. Sementara itu, saus béchamel versi klasik dibuat dari daging sapimuda beserta bumbu-bumbu yang direbus dalam kaldu bening. Namun, versi klasik dari saus ini sudah jarang dibuat oleh para masak modern.
      Saus béchamel pertama kali dibuat pada 1690 oleh Pierre de la Varenne yang saat itu merupakan juru masak pribadi dari Louis XIV.[3] Ia kemudian menulis resep dari saus ini dalam bukunya yang berjudul Le Cuisinier Francois (Kuliner Perancis) La Varenne menamakan saus yang diciptakannya sesuai dengan nama temannya yaitu Marquis Louis de Béchamel

Sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Saus_B%C3%A9chamel

Daily report #4( english version )

Indonesian Breakfast

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

     In this practice, Thursday February 08  2018 I arrived at campus at 06:40, than than entered to the kitchen at 07:00. While in the kitchen we directly directed to the cold kitchen  and immediately march in the position of one line. Same with previous practice days we were given the directions before we practice breakfast. The beakfast menu for today is Indonesian beakfast. After giving the next direction we are given the opportunity to start to make menu Indonesian breakfast. The menu the menu we created is listed below :

Slice fruit


***
Fried rice (fried chicken, acar, samball, kerupuk)


Fried noodles (beef satay)


Chicken poridge (with chicken, KAS, beef sate )


***
Beverage ( coffe or tea )


On the manufacture of Indonesian breakfast, each group handle one type of cuisine. Starting from slice fruit, fried rice, fried noodles, and beverage part ( coffe or tea ). On this opportunity we are given the mandate to make tea. We made tea as much as 5 liters which then supply to the restaurant as part of the breakfast menu. Below are something the tea-making documentation we took.

Documentation of making tea

1. Heat the water to boiling, this time the water  we use as much as 5 liters.


2. Put the tea into boiled water, we use 5 tea bags.


3. Stir until the water mixed with the tea into the coffe maker a little temperature awake.


4. After finished enter the tea into the coffe maker a little temperature awake.


After we finish making tea we help other group so that work done  can be finished quickly and on time.
    After finish the next we are collected back in the cold kitchen is still  in the position of one line in that position we are given an evaluation by senior incharge to complete. Then we carry out routine activities  after the practice that is General cleaning. Because we are practice in the areas of cold kitchen so we have to clean the area until it is completely clean. After GC procces we finished the collected in front of the kitchen and than given a little direction. And finally we left the kitchen at 05:00.


Equipment dan utensil #3

Equipment dan utensil

1. Deep Fat Fryer


Fungsi :
     Merupakan alat yang digunakan untuk menggoreng bahan makanan dalam jumlah yang cukup banyak, dan menggunakan minyak yang tidak sedikit.

Material :
      Stainless sleel

Cara membersihkan :
      Bersihkan dengan menggunakan lap basah ataupun dengan larutan air sabun yang dibasuhkan dengan menggunaakn kain.

2. Oven 



Fungsi :
      sebuah fasilitas yang husus dipakai untuk membakar (baking) atau memasak (cooking) dengan panas permulaan atas bawah. Oven dibedakan jadi 2 (dua), merupakan :

Material :
      Stainless steel

Cara membersihkan :
     Untuk membersihkan bagian luar dari oven cukup bersihkan dengann lap kering ataaupun lap basah hingga noda yang menempel hilang.

3. Salamander


Fungsi :
       Alat yang diperlukan untuk memanaskan atau memanggang makanan bersama panas bersumber atas, misalnya pizza, pie dan sebagainya.

Material :
      Stainless steel

Cara membersihkan :
      Cara membersihkannya hampir sama dengan cara membersihkan oven, yang dimana cukup dibersihkan dengan menggunakan lapa kering ataupun lap basah hingga nodanya hilang.

4. Microwafe 

Fungsi :
      suatu sarana yg dimanfaatkan untuk memasak (menghangatkan) makanan yang beku dengan memakai stamina setrum yg diubah jadi gelombang mikro. 

Material :
      Stainless steel

Cara membersihkan :
      Cukup lap dengan menggunakan lap basah hingga benar benar bersih.

5. Chef Knife

Fungsi :
       Merupakan pisau yang paling banyak digunakan. Ukurannya cukup besar untuk memotong daging dan mencincang bumbu. Jenis pisau ini biasanya memiliki pegangan yang nyaman ditangan sehingga aman pada saat digunakan.

Material :
     Stainless steel

Cara membersihkan :
     Cuci dengan menggunakan larutan air sabun, lalu bilas dan keringkan.

6. Balloon Whisk
Fungsi :
      Balloon whisk merupakan alat pengaduk yang digunakan untuk mencampurkan adonan hingga tercampur rata. Alat ini juga bisa digunakan untuk mengocok telur hingga mengembang.

Material :
      Stainless steel

Cara membersihkan :
     Cuci dengan menggunakkan larutan air sabun hingga noda noda yang menempel di peralatan bersih.
   

Daily report #4 ( indonesian version )

Indonesian breakfast

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pada praktik kali ini, Kamis 08 Februari 2018 saya tiba dikampus pada pukul 06:40,  Kemudian memasuki kitchaen pada pukul 07:00. Saat berada di kitchen kami langsung di arahkan ke cold kitchen dan langsung berbaris dalam posisi one line. Sama dengan hari praktik sebelumnya kami diberikan arahan sebelum kami melakukan praktik membuat breakfast. Menu breakfast kali ini adalah Indonesian Braeakfast. Setelah pemberian arahan selanjutnya kami di berikan kesempatan untuk mulai membuat menu indonesian breakfast. Adapun menu yang kami buat tertera di bawah ini :
Indonesian Breakfast 

Slice fruit


***
Fried rice ( fried chicken, acar, sambal, kerupuk )


Fried noodles ( Beef satay )


Chicken poridge ( with fried chicken, KAS, beef sate


***
Beverage ( Coffee or tea )

    Pada pembuatan Indonesian breakfast ini, setiap kelompok menghandle 1 jenis masakan. Mulai dari slice fruit, fried rice, fried noodles, dan bevarage. Dari ke empat menu tersebut kelompok kami yakni kelompok 10 menghandle bagian bevarage (cooffe or tea). Pada kesempatan kali ini kami diberikan amanah untuk membuat tea. Kami membuat tea sebanyak 5 liter  yang kemudian di suplay ke restoran sebagai bagian dari menu brakfast. Di bawah ini terdapat beberapa dokumentasi pembuatan tea yang sempat kami ambil.

Dokumentasi pembuatan tea

1. Panaskan air hingga mendidih, kali ini air yang kami gunakan sebanyak 5 liter.


2. Masukkan tea ke dalam air yang telah mendidih, kami menggunakan 5 kantong tea.

3. Aduk-aduk hingga air tercampur dengan tea, dan berubah warna menjadi agak kemerahan.


4. Setelah selesai masukkan tea ke dalam coffe maker agak suhunya tetap terjaga.


Setelah selesai membuat tea kami membantu kelompok lain agar pekerjaan yang dilakukan dapat selesai dengan cepat dan tepat waktu. 
     Setelah selesai selanjutnya kami kami dikumpulkan kembali di cold kitchen masih dalam posisi ine line dan dalam posisi tersebut kami diberikan evaluasi oleh senior incharge hingga selesai. Kemudian kami melaksanakan kegiatan rutin setelah praktik yaitu General cleaning. Berhubung karena kami praktik diarea cold kitchen maka kami harus membersihkan area tersebut hingga benar-benar bersih. Stelah proses gc selesai kami di kumpulkan di depan kitchen dan jemudian diberikan sedikit arahan. Dan akhirnya kami meninggalkan kitchen pada pukul 05:30.


Visit Local Market #5

LOCAL MARKET Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Selamat pagi sahabat bloggers, kembali lahi dengan sayadalam kegiatan surve...